Kamu ingin bikin website, lalu ditanya, “Mau company profile atau landing page?” Kalau belum pernah mengurusnya, dua istilah ini memang terdengar mirip. Keduanya bisa memperkenalkan bisnis dan punya tombol kontak. Bedanya ada pada tujuan serta cara informasinya disusun.
Sebelum memilih bentuk, coba tulis satu kalimat: setelah mengunjungi halaman ini, orang sebaiknya memahami atau melakukan apa? Jawaban itu lebih berguna daripada langsung menghitung jumlah section. Kita lihat perbedaannya supaya brief website kamu punya arah yang jelas.
Website company profile memberi gambaran bisnis yang lebih lengkap
Company profile biasanya menjadi tempat orang mengenal perusahaan secara menyeluruh. Pengunjung bisa membaca layanan, melihat karya, memahami cara kerja, lalu memilih informasi yang paling relevan bagi mereka.
Misalnya, sebuah bisnis konsultasi ingin menjelaskan tiga layanan kepada calon klien dengan kebutuhan berbeda. Dalam contoh hipotetis ini, halaman Home mengenalkan bisnis, halaman Services merinci layanan, dan Portfolio membantu menunjukkan pekerjaan yang pernah dilakukan. Pengunjung tidak harus mengikuti satu jalur yang sama.
Karena informasinya lebih luas, navigasi perlu dirapikan. Menu yang terlalu banyak atau nama halaman yang membingungkan justru membuat informasi penting sulit ditemukan. Pilih halaman yang memang membantu pengunjung mengambil keputusan.
Landing page memusatkan perhatian pada satu penawaran
Landing page biasanya dirancang dengan fokus yang lebih spesifik, misalnya satu layanan, satu produk, atau satu program. Isi halaman mengikuti penawaran itu dan mengarahkan pengunjung ke tindakan yang sesuai.
Ada sedikit perbedaan istilah yang perlu dipahami. Dalam definisi Google Ads, landing page adalah halaman yang dibuka setelah seseorang mengeklik iklan. Jadi, secara teknis, halaman layanan di company profile juga bisa menjadi landing page iklan.
Dalam pembahasan desain, kita sering memakai istilah landing page untuk halaman khusus campaign. Misalnya, sebuah penyedia pelatihan membuat halaman untuk satu kelas baru. Penjelasan program, jadwal, pertanyaan umum, dan form pendaftaran dikumpulkan dalam satu alur. Ini contoh rancangan, bukan cerita hasil campaign tertentu.
Bandingkan dari pekerjaan yang perlu diselesaikan
| Pertanyaan | Company profile | Landing page khusus |
|---|---|---|
| Apa fokus utamanya? | Mengenalkan bisnis dan beberapa kebutuhan pengunjung | Menjelaskan satu penawaran atau campaign |
| Bagaimana alur informasinya? | Pengunjung bisa menjelajah beberapa halaman | Isi diarahkan dalam satu alur yang lebih terfokus |
| Apa yang perlu disiapkan? | Informasi bisnis, layanan, karya, dan kontak | Penawaran, materi pendukung, dan tindakan utama |
Tabel ini menjadi pegangan awal. Company profile tetap bisa dibuat ringkas, dan landing page tetap perlu informasi yang cukup. Jumlah halaman atau panjang teks saja tidak menentukan apakah bentuknya cocok.
Kapan sebaiknya memilih salah satunya?
Mulai dari company profile kalau informasi bisnis belum tertata
Ini bisa menjadi pilihan ketika calon pelanggan sering menanyakan hal dasar, layanan kamu punya beberapa kategori, atau tim membutuhkan satu alamat website yang bisa dibagikan dalam berbagai situasi. Pastikan informasi penting mudah diperbarui setelah website tayang.
Mulai dari landing page kalau penawarannya sudah spesifik
Ini bisa dibahas ketika kamu punya campaign dengan satu tujuan yang jelas. Sebelum membangun halaman, pastikan materi penawaran, alur kontak, dan tim yang menindaklanjuti respons sudah disiapkan. Desain halaman akan lebih mudah diarahkan kalau bagian ini sudah konkret.
Boleh punya keduanya, dengan peran yang saling nyambung
Kamu bisa memakai company profile sebagai pusat informasi bisnis, lalu membuat landing page untuk penawaran tertentu. Identitas visual dan informasi dasar tetap konsisten, sementara isi campaign disesuaikan dengan kebutuhan pengunjungnya.
Yang perlu dijaga adalah hubungan antarlaman. Jika pengunjung ingin mengenal perusahaan lebih jauh, beri jalur yang relevan. Jika mereka sudah siap bertanya, buat langkah kontak yang mudah dipahami. Jangan membuat janji pada iklan yang tidak dijelaskan di halaman tujuan.
- Tentukan siapa pengunjung utamanya.
- Pilih satu kebutuhan utama yang ingin dijawab.
- Catat materi yang sudah tersedia dan yang masih harus dibuat.
- Sepakati tindakan berikutnya: chat, form, pendaftaran, atau pemesanan.
Kalau kamu masih menimbang bentuk yang cocok, mulai dari layanan pembuatan website kami. Untuk halaman yang akan dipakai campaign, kita juga bisa menyambungkan rencananya dengan paid ads management. Ceritakan kebutuhan bisnis kamu, lalu kita susun bentuk dan alurnya bareng.
