Membuat website terasa lebih mudah ketika kebutuhan dasarnya sudah jelas. Kamu tidak harus datang dengan brief yang sempurna. Tapi beberapa keputusan sederhana di awal bisa mengurangi revisi yang berputar dan membantu tim menentukan pekerjaan yang memang dibutuhkan.
Persiapan membuat website juga tidak selalu berarti mengumpulkan semua materi sekaligus. Yang penting, kita tahu apa yang sudah tersedia, apa yang masih kurang, dan siapa yang bertanggung jawab menyiapkannya. Berikut tujuh hal yang bisa kamu mulai rapikan.
1. Tentukan tujuan terdekat website kamu
Pilih satu tujuan utama, lalu tulis tindakan yang ingin kamu bantu. Contohnya: calon klien memahami layanan dan mengirim kebutuhan melalui form. Tujuan seperti ini lebih konkret daripada “ingin website yang bagus”.
Tujuan tambahan boleh ada, misalnya memperkenalkan tim atau menyediakan katalog. Urutkan prioritasnya supaya halaman utama tidak mencoba menjelaskan semuanya dengan porsi yang sama. Kalau website akan dipakai untuk iklan, sebutkan rencana itu sejak awal.
2. Kenali pengunjung dan pertanyaan mereka
Coba kumpulkan pertanyaan yang sering diterima tim penjualan atau customer service. Informasi ini membantu menentukan isi yang benar-benar berguna. Pengunjung yang baru mengenal bisnis tentu punya kebutuhan berbeda dari orang yang sudah membandingkan beberapa penyedia.
Misalnya, sebuah vendor perlengkapan kantor ingin membantu calon pembeli mengecek jenis produk, area pengiriman, dan proses permintaan penawaran. Dalam contoh hipotetis ini, tiga informasi tersebut layak didahulukan daripada cerita panjang yang belum dibutuhkan pengunjung.
3. Susun halaman dan fungsi masing-masing
Mulai dengan daftar sederhana: Home, About, Services, Portfolio, Insight, dan Contact. Tambahkan halaman detail hanya kalau ada kebutuhan yang jelas. Setiap halaman sebaiknya punya pekerjaan sendiri dan tautan yang membantu orang melanjutkan perjalanan.
- Home memberi gambaran besar dan jalur ke informasi penting.
- Halaman layanan menjelaskan kebutuhan, pekerjaan, dan langkah berikutnya.
- Portfolio menunjukkan materi yang boleh dipublikasikan.
- Contact memberi cara menghubungi dan informasi tindak lanjut.
Daftar ini bisa berubah setelah diskusi. Gunakan sebagai titik awal, lalu tanyakan apakah setiap halaman memang membantu audiens kamu.
4. Kumpulkan materi dalam satu tempat
Siapkan logo yang layak dipakai, informasi bisnis terbaru, foto, daftar layanan, dan kontak resmi. Pisahkan materi yang sudah disetujui dari referensi yang hanya dipakai untuk menjelaskan arah. Penamaan file yang jelas membantu tim menghindari versi yang salah.
Beri konteks pada referensi desain
Daripada hanya mengirim tautan website, jelaskan bagian yang kamu suka. Misalnya, ukuran heading, susunan portfolio, atau kemudahan membaca halaman layanan. Dengan begitu, referensi menjadi bahan diskusi yang konkret.
Untuk karya klien, foto, dan testimoni, pastikan kamu memang punya izin untuk memakainya. Kalau materinya belum siap, sepakati penanda sementara dan siapa yang akan menggantinya sebelum tayang.
5. Catat domain, hosting, dan akses yang sudah ada
Kalau bisnis sudah punya website, buat daftar layanan yang digunakan dan siapa yang memegang aksesnya. Jangan kirim kata sandi melalui dokumen brief terbuka. Tim pengembang bisa membantu menentukan cara pemberian akses yang sesuai kebutuhan pekerjaan.
Sebutkan juga email bisnis, form, integrasi, dan alamat halaman lama yang masih penting. Jika website akan diganti, bagian ini perlu diperiksa agar perpindahannya bisa direncanakan. Jangan menunggu hari peluncuran untuk mencari pemilik akun domain.
6. Bicarakan SEO dan pengukuran sejak perencanaan
Menurut Google Search Essentials, konten yang membantu, penggunaan kata yang relevan pada bagian penting, dan tautan yang bisa diikuti merupakan praktik dasar yang perlu diperhatikan. Materi dan struktur website sebaiknya disiapkan dengan kebutuhan pengunjung sebagai pegangan.
Catat topik layanan yang ingin diprioritaskan dan tindakan yang ingin diukur. Misalnya, pengiriman form atau permintaan penawaran. Detail pemasangan dan pemeriksaannya bisa ditentukan bersama tim sesuai ruang lingkup proyek.
7. Sepakati pengambil keputusan dan proses setelah tayang
Tentukan satu penghubung yang mengumpulkan masukan dari tim. Sepakati tahap review, cara menyampaikan revisi, serta materi yang perlu disetujui. Ini membantu keputusan tetap konsisten saat beberapa orang ikut memberi pendapat.
Setelah website tayang, siapa yang memperbarui informasi, menjawab form, dan memeriksa kontak? Bahas juga serah terima akses serta panduan pengelolaan. Website akan lebih berguna kalau ada orang yang jelas mengurus kelanjutannya.
Kamu bisa membawa daftar di atas saat membahas pembuatan website bisnis bersama kami. Kalau pencarian organik menjadi prioritas, kenali juga layanan SEO agar struktur halaman dan rencana kontennya bisa disiapkan sejak awal.
